Wednesday, August 3, 2016

PENYUNTIKAN VITAMIN MASSAL UNTUK SAPI DAN KAMBING BAGI WARGA TOLBUK

Dokter hewan dari DISPERTANAK Kab. Bangkalan sedang menyuntik kambing

Pemeliharaan sapi yang baik tentu akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi pemilik sapi. Karena dengan pemeliharaan yang baik tersebut sapi yang akan dijual kepasar akan menarik perhatian para pembeli. Siapa yang harga tawarannya lebih tinggi, maka sapi tersebut akan dijual kepadanya. Disitulah proses negosiasi antara pedagang sapi dengan warga yang akan menjual sapinya terjadi.

Dimulai dari teknik pemberian pakan pada sapi. Beda dengan desa-desa lain yang biasanya hanya memberi pakan sebanyak 3 kali dalam sehari dan 1 kali pada malam hari sebelum pemiliknya tertidur. Warga Desa Tolbuk memberi pakan pada sapinya sebanyak 3 kali dalam sehari dan 2 kali ketika malam hari. Pemberian pakan pertama yaitu pada pagi hari selanjutnya siang dan sore hari. Sedangkan pada malam hari pemilik memberikan pakan pada sapi pada pukul 19.00 WIB setelah itu pemilik tidur, namun pada jam 00.00 pemilik sapi bangun dari tidurnya untuk memberikan pakan kembali pada sapi. Hal itu dilakukan oleh warga Desa Tolbuk agar bobot sapi yang mereka pelihara lebih berat dari yang biasanya.
Mussawir (kanan memakai baju merah) sedang mendata ternak warga yang akan disuntik
Bagaimanakah warga Desa Tolbuk mencari rumput untuk pakan dan berapa kali dalam sehari warga mencari rumput? Warga Desa Tolbuk mencari pakan untuk sapinya dengan menggunakan alat yang masih tradisional yaitu menggunakan celurit dan biasanya membawa gerobak sorong untuk mengangkut pakan itu. Pakan yang dicari oleh warga berupa rumput-rumput hijau yang ada di sawah atau yang ada di sekitar rumah, kemudian diangkut menggunakan gerobak sorong ke kandang sapi. Dalam sehari warga Desa Tolbuk bisa mencari rumput untuk pakan sapinya sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang dan sore hari. Setiap mencari rumput warga biasanya mengasilkan sebanyak 2 kali angkutan gerobak sorong atau jika dibandingkan dengan karung beras bisa mencapai 3-4 karung beras dalam sekali mencari rumput (mengarit). Wajar saja apabila warga Desa Tolbuk mencari rumput sebanyak itu, karena sapi yang mereka pelihara rata-rata sebanyak 4 ekor dan tiap ekor tersebut ukurannya lumayan besar, jadi makannya juga banyak.

Selain dilihat dari teknik pemberian pakan, sapi yang ada di Desa Tolbuk juga tidak lupa dari pemberian jamu-jamuan setiap minggunya. Pemberian jamu tersebut bertujuan agar sapi doyan makan sehingga proses penggemukannya juga lebih cepat. Jamu yang biasa diberikan diantaranya telur ayam kampung, lengkuas, temu hitam dan bir sapi. Semua ramuan itu sudah turun temurun dilakukan oleh warga Desa Tolbuk sampai sekarang untuk menggemukkan sapi yang mereka pelihara.
Sapi milik warga Tolbuk di pegang tali cocoknya agar tidak mengamuk sewaktu di suntik
Warga Desa Tolbuk juga tidak lupa dengan yang namanya berhubungan dengan instansi pemerintah, salah satunya Dinas Peternakan. Hubungan warga dengan instansi pemerintah tersebut bertujuan ketika terjadi sesuatu pada sapinya mereka dapat membantu. Kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan biasanya memberikan penyuntikan vitamin pada sapi. Vitamin yang biasanya digunakan oleh Dinas Peternakan merupakan salah satu pemicu untuk meningkatkan nafsu makan serta menjaga kekebalan sapi itu sendiri sehingga sapi tetap terjaga kesehatannya. Vitamin yang biasanya digunakan yaitu vitamin B12 injeksi. Apabila sapi kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia pada sapi.

Penyuntikan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan biasanya dilakukan dengan ijin dari milik sapi itu sendiri. Apabila dari pemilik sapi tersebut mengijinkan maka Dinas Peternakan dapat leluasa melakukan penyuntikan pada sapi tersebut. Penyuntikan yang dilakukan pada sapi haruslah tenaga yang telah terlatih yang terdapat di Dinas Peternakaan. Apabila penyuntikan dilakukan oleh tenaga yang kurang terlatih maka dikhawatirkan akan menggangu kesehatan sapi atau menyakiti bagian badan sapi yang disuntik.
Salah kambing yang tidak bisa tenang sewaktu akan di suntik, terpaksa di pegang ramai-ramai
Proses penyuntikan pada sapi haruslah sesuai dengan metode yang ada. Mulai dari alat suntik yang digunakan haruslah steril. Hal ini bertujuan agar sapi tidak terinfeksi penyakit lainnya. Jarum suntik yang digunakan juga bisa digunakan pada sapi lainnya hingga 10 kali injeksi selama jarum tersebut masih tajam dan tidak bengkok. Apabila jarum suntik yang digunakan dalam keadaan bengkok maka dikhawatirkan akan menyakiti sapi yang disuntik. Tidak hanya itu, apabila kita mencoba meluruskan jarum suntik yang bengkok dikhawatirkan juga jarum suntik akan patah saat melakukan proses injeksi.

Perawatan sapi tidak hanya dengan penyuntikan. Perawatan kandang sapi juga memiliki peranan penting. Hal ini juga dapat mempengaruhi kesehatan sapi selama di kandang.

0 comments:

Post a Comment