PENYULUHAN TBC

Mahasiswa KKN kel 9 sedang menjelaskan kepada masyarakat tentang penyakit TBC
Tahukan kalian apa itu tuberculosis dan seberapa dalam pengetahuan kalian tentang tuberculosis ?? Tuberculosis merupakan nama lain dari TBC yang sifatnya menular karena adanya infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan informasi dari bidan desa Tolbuk, penyakit menular ini sedang banyak diderita oleh masyarakat Tolbuk dan masih belum teratasi sehingga jumlah penderita TBC semakin bertambah.

Berawal dari kasus tersebut, kami sangat antusias untuk mengadakan penyuluhan tentang TBC dan alhamdulillah pada tanggal 26 juli 2016 tepatnya pada hari selasa jam 08.30 wib penyuluhan tentang penyakit menular TBC dapat terlaksana. Setiap kegiatan tentunya membawa sebuah tujuan, begitu pula dengan acara penyuluhan ini yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Tolbuk tentang penyakit menular TBC yang pada akhirnya dapat bermanfaat terhadap kesehatan masyarakat serta dapat mengurangi jumlah penderita TBC.

Acara penyuluhan tersebut bekerjasama dengan dua bidan desa yang tergabung dengan acara posyandu. Peserta yang hadir hanya ibu-ibu yang keseluruhannya berjumlah 24 orang. Media yang disediakan cukup sederhana yaitu tiga buah kertas karton yang berisi materi penyuluhan dan dorprise sebagai penyemangat peserta agar dapat mengikuti acara penyuluhan hingga selesai karena dorprise tersebut nantinya akan diberikan kepada peserta yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan.

Para peserta penyuluhan sedang menyimak penjelasan penyakit TBC dari pemateri
Setelah acara posyandu (imunisasi dan timbang) selesai dilaksanakan, kemudian disusul dengan acara penyuluhan yang dibuka dengan ucapan basmalah. Pemateri yang mangisi penyuluhan tersebut merupakan anggota dari kkn kami sendiri yaitu kelompok 9 dengan menggunakan metode ceramah yang diselingi dengan beberapa pertanyaan kepada peserta dan pertanyaan dari pemateri. Belum berjalan setengah jam, acara penyuluhan sudah mulai kurang efektif, terdapat beberapa peserta yang pulang dengan berbagai macam alasan dan suara tangisan bayi juga ikut serta mengisi acara penyuluhan. Namun, setelah beberapa menit ketika peserta hanya berjumlah 15 orang, penyuluhan kembali berjalan dengan lancar.

Melalui cerita ini, kita dapat mengetahui bahwa masyarakat Tolbuk kurang memiliki kepedulian terhadap kesehatan sehingga nantinya dapat dicarikan sebuah solusi agar supaya masyarakat Tolbuk menjadi lebih peduli terhadap kesehatan baik kesehatan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Selain itu, kita juga dapat belajar dari sebuah kesalahan bahwa acara penyuluhan menjadi kurang efisien ketika digabung dengan acara posyandu karena acara penyuluhan membutuhkan tempat yang tenang dan terhindar dari keramaian. Mungkin masih terdapat banyak kekurangan lainnya dalam acara penyuluhan yang tersimpan di cerita ini sehingga sangat diharapkan kepada pembaca untuk memberikan penilaian serta masukan yang akan sangat bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment