Monday, July 18, 2016

KAJIAN RUTIN MASYARAKAT DESA TOLBUK

Kegiatan Kajian Rutin Masyarakat desa Tolbuk di Masjid Nurul Kholil 
Untuk kesekian kalinya KKN kelompok 9 Universitas Trunojoyo Madura masih diberi kesempatan untuk bisa berkunjung dan bersilaturrahmi bersama masyarakat desa Tolbuk dalam kegiatan pengajian umum yang dikemas dengan kajian kitab Sullam Safina dan Sullamut Taufiq di masjid Tolbuk pada tanggal 16 juli 2016.

Suasana kajian tersebut sangat sederhana tetapi tidak mengurangi semangat para jama’ah dalam menyimak materi yang disampaikan oleh kiai selaku penceramah dalam kajian. Semangat tersebut ditandai dengan tidak beranjaknya para jama’ah dalam artian tidak meninggalkan tempat pengajian dari awal hingga akhir acara, walaupun tempat duduk yang disediakan berupa lesehan di halaman pelataran Masjid.

Kajian Rutin tersebut bermula dari kepedulian para tokoh terhadap masyarakat Tolbuk untuk memberikan pendidikan agama kepada masyarakat serta mempererat silaturahmi antar warga dan tokoh agama (Kiai dan Ustadz). Sebagaimana informasi yang diperoleh dari keterangan beberapa tokoh dan warga yang sempat kami wawancarai bahwa pelaksanaan Pengajian Umum tersebut dilaksanakan setiap satu bulan sekali dengan ketentuan diadakan pada tanggal muda dan Muballigh yang mengisi acara tersebut selalu berganti pada setiap bulannya. Adapun panitia pelaksana kegiatan kajian rutin desa Tolbuk adalah takmir masjid Nurul Kholil Tolbuk.

Waktu pelaksanaan kajian dimulai selepas shalat isya.’ Untuk kali ini penceramah diisi oleh Kiai Kholik Mahsus selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah 2 Bancaran Bangkalan.Sedangkan tema yang dibahas ialah “Syarat Sah Bacaan Surat Al-Fatihan Dalam Sholat”. Teknis penyampaian kajian disampaikan dengan bahasa Madura secara rinci beserta pemaparan contoh dasar. Sehingga masyarakat awampun bisa dengan mudah menangkap Penjelasan dari Kiai. Durasi kajian adalah satu jam, begitu selesai kajian kitab Sullam Safina dan Sullamut Taufiq Kiai Kholik Mahsus langsung menyambung kisah perjuangan Rasulullah Saw dalam memperjuangkan agama Islam dengan dua peperangan besar yaitu perang Badar dan perang Uhud. Dari kisah yang disampaikan bertujuan untuk mengingatkan para jama’ah agar tetap memiliki semangat juang yang tinggi dalam menjalankan ibadah sebagaimana Rosulullah memperjuangkan agama Islam lewat dua perang besarnya.

Usai pengajian masyarakat merasa bertambah pengalaman dan pengetahuan keaagamaan sesuai syariat Islam. Tidak lupa sebelum bubar pulang ke rumah masing-masing semua warga sungkem pada Kiai untuk mencari berkah dan ilmunya bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment