Monday, July 18, 2016

Dengan Dua Ribu Rupiah Di Desa Tolbuk Dapat Satu Porsi Nasi

Pengalaman KKN Kelompok 9 Berinteraksi dengan warga

Salah satu penjual nasi murah di desa Tolbuk sedang melayani pembeli
Secara Adiminstrasi Desa Tolbuk terletak di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan Madura. Suasananya di awal masuk akan terasa tenteram, damai, nyaman dan khas lingkungan suasana kehidupan masyarakat pedesaan Madura. Para warganya terbilang ramah pada tamu atau orang baru. Hal ini jauh dari stigma terhadap orang Madura yang dikatakan keras, anarki, tidak mau mengalah, dsb. Ini bisa di lihat dari keakraban antara mahasiswa kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata Universitas Trunojoyo Madura (KKN UTM) dan warga. Meski belum genap seminggu anggota kelompok kkn 9 sudah banyak menjalin interaksi serta komunikasi dengan para warga. Kadang kala komunikasi untuk mahasiswa dari luar Madura tidak berjalan lancar atau mahasiswa dari Jawa kebingungan menerima pertanyaan atau jawaban memakai bahasa Madura. Maklum karena di desa Tolbuk warga yang berusia 40-an tahun minim menguasai bahasa Indonesia.

Selama perjalanan berkeliling desa untuk beradaptasi dengan warga ada salah satu anggota KKN yang mampir ke warung kelontong. Kebetulan pemilik warung di lapaknya yang sederhana berjualan nasi. Harga nasi yang dijual di desa Tolbuk sangat murah meriah dibanding harga satu porsi nasi di daerah Bangkalan lain misal daerah desa Telang Kecamatan Kamal atau sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura.

Perbandinganya di Tolbuk satu porsi nasi dengan lauk peyek, tahu, tempe dan mihun dijual Rp2000,00. Sementara rata-rata harga satu porsi nasi termurah di daerah Bangkalan kota atau sekitar UTM dijual dengan harga Rp7000,00. Begitu tahu informasi ini sebagian besar anggota kkn tidak percaya.

Ketidakpercayaan di awal ini didasari oleh pengetahuan data Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bangkalan tertinggi se-Madura dengan nominal Rp1.414.000,00 di tahun 2016 ini. Sedangkan bila ditinjau dari kondisi perekonomian masyarakat, murahnya harga bukan karena daya beli masyarakat rendah, atau ekonomi masyarakat banyak di bawah garis kemiskinan. Faktanya daya beli masyarakat tinggi, perumahan warga mayoritas sudah permanen. Ini tidak lain dilatarbelakangi oleh profesi masyarakat yang sebagian anggota keluarganya merantau kerja di luar negeri dan beternakan sapi.

Untuk tidak ada salahnya bila tengah melewati jalan raya sisi Pantai Utara (Pantura) Madura mampir mencicipi gurihnya makanan lokal dengan harga suoer murah. Mencicipi nasi Tolbuk dijamin menjanjikan pengalaman tersendiri bagi pencinta kuliner rakyat berharga murah seperti nasi kucing khas Jogja.

Mencari dimana lokasi warung tersebut tidak susah. Rutenya ketika sudah sampai jembatan kecamatan Arosbaya (arah dari Surabaya) kurang lebih 500 meter terdapat persimpangan jalan kecil dekat toko bangunan sisi kiri jalan. Ikuti terus jalan tersebut sampai menemukan warung dipinggir jalan dengan lapak sederhana dari bambu. Kalau masih takut tersesat juga dipersilahkan bertanya pada warga arah menuju desa Tolbuk. Jadi, Ayo segera berkunjung ke desa Tolbuk dan cicipi kuliner rakyat dengan harga super murah.

0 comments:

Post a Comment