Adu Balap Kelinci Berhadiah Fantastis

Salah satu warga desa Tolbuk sedang melatih kelinci balapnya untuk persiapan karapan
Lomba adu cepat lari hewan peliharaan, kini bukan hanya sapi dan kambing atau yang populer disebut karapan sapi dan kambing. Tapi juga hewan lain yaitu kelinci. Kelinci dikerap layaknya kerapan sapi, namun ada beberapa perbedaan antara kerapan sapi dan kerapan kelinci. Perbedaannya terletak pada ada tidaknya Joki(Pengendara), dimana pada karapan kelinci tidak ada joki saat lomba dilaksanakan.

Tak terkecuali masyarakat desa Tolbuk juga sering mengikuti perlombaan kerapan kelinci yang diadakan dibeberapa daerah di pulau madura, menurut informasi yang diperoleh dari beberapa warga yang menggemari kerapan kelinci tradisi tersebut sudah diminati dan populer dimata masyarakat Tolbuk sejak tahun 2007-2010 lalu. Tapi minat masyarakat sempat mengalami penurunanpada tahun 2011-2013. Namun pada tahun 2014 masyarakat desa Tobuk mulai meminati kembali kerapan kelinci.
Pemilik kelinci ikut mengejar kelinci Balapnya sewaktu latihan sambil menenteng kantong kresek hitam supaya kelinci nisa lari lebih cepat
Ide mengikuti karapan kelinci ini timbul dari para penggemar kelinci didesa Tolbuk, bagaimana agar juga mengikuti perlombaan yang diadakan diluar desa Tolbuk . Sebagaimana kerapan sapi dan kerapan kambing, pihak pelaksana perlombaan juga menyediakan hadiah bagi para pemenang yang berasal dari uang pendaftaran peserta. Besarnya uang pendaftaran bervariasi tergantung pada jenis hadiah yang akan disediakan. Jika hadiahnya memiliki nilai yang rendah maka pendaftarannya juga rendah begitupun sebaliknya. Hadiah yang diberikan cukup beragam mulai dari hewan seperti Kambing, Sapi hingga peralatan rumah tangga dan alat elektronik lainnya seperti Kulkas, Laptop, Sepeda Motor dan Mobil. Menurut warga penggemar kerapan kelinci untuk bisa membuat lari kelinci lebih kencang perlu perawatan secara khusus. Misalnya memberi jamu dan melatihnya di waktu tertentu. Mereka memberi jamu telur ayam kampung setiap satu minggu sekali dengan porsi 1 butir telur untuk dua kelinci serta dicampur dengan sari kunyit dan ramuan lainnya.
Kelinci Balap yang siap berpacu di lintasan
Pada mulanya untuk melatih agar lari kelinci kencang warga harus pergi ke desa lain tetapi setelah kepala desa membuat lapangan kerapan kelincimasyarakat semakin mudah untuk Ngettren(Melatih), bahkan setiap hari warga bergantian untuk melatih kelincinya dilapangan milik kepala desa Tolbuk. Menurut informasi yang kami peroleh dari beberapa warga jumlah penggemar kelinci berjumlah sekitar 33 orang tahun 2007 mengalami penurunan menjadi sekitar 12 orang dan kembali diminati hingga jumlahnya penggemar meningkat yakni pada tahun ini ada lebih dari 25 pengemar mulai dari anak-anak sampai orang tua, mereka tidak hanya memilki satu atau dua kelinci bahkan ada dari salah satu warga yang memili 45 kelinci yang siap untuk diperlombakan dan siap untuk dijual.
Kelinci balap sedang berkumpul bersama untuk istirahat sebelum melanjutkan latihan bersama pemiliknya
Harga kelinci yang biasa berkisar antara Rp.35.000 s.d Rp.60.000 tetapi untuk harga kelinci yang pernah dan sering memenangkan perlombaan, memiliki perbedaan harga yakni berkisar antara Rp.300.000 s.d Rp.15.000.000. Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada harga, tetapi pakannya pun berbeda, untuk kelinci biasa pakannya berupa kangkung dan rumput-rumput yang biasa terdapat di pekarangan rumah. Sedangkan untuk kelinci khusus dikerap pakannya juga khusus yaitu menggunakan Rumput Co’ Manco’an(Rumput Bunga Kamelia).

Dari beberapa warga yang menggemari kerapan kelinci ada dua orang warga yang sering mendapatkan juara satu disetiap perlombaan, salah satunya adalah Pak Muzakkidenganmeraih berbagai hadiah diantara 18 (delapan belas) sepeda motor, kulkas, televisi dan lain sebagainya.

0 komentar:

Post a Comment