Ketersediaan bambu yang melimpah

Belajar dan Maju bersama Masyarakat

Kegiatan Masyarakat Sewaktu Mencari Pakan Ternak Sapi

Belajar dan Maju bersama Masyarakat

Sapi Tolbuk Sebagai komoditas Unggulan masyarakat

Belajar dan Maju bersama Masyarakat

Pemandangan Alam Desa Tolbuk

Belajar dan Maju bersama Masyarakat

Saturday, July 23, 2016

Metode Belajar Membaca Al-Qur'an di Desa Tolbuk

Proses belajar mengaji anak-anak desa Tolbuk di rumah milik salah satu warga
Mengaji Al-Qur’an merupakan sala satu kegiatan yang sudah menjadi tradisi bagi umat Islam utamanya masyarakat didesa Tolbuk, hal itu karena mereka memahami bahwa pedoman hidupnya adalah Al-Qur’an sehingga untuk memperoleh pemahaman dan menjalankan ibadah kepada Allah swt mereka akan selalu mempelajari dan mendidik anak-anak mereka untuk bisa membaca dan memahami kitab yang sangat mulya itu.

Sebagaimana mestinya proses mengajar ngaji bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh orang tua kepada anak, bisa juga dilakukan dengan kelompok seperti pengajaran ngaji yang biasa berlansung dimushalla milik ustad disetiap desa. Metode pengajaran Al-Qur’an yang diterapkan oleh guru ngaji didesa tolbuk agak berbeda dengan metode pengajaran Al-Qur’an yang ada didaerah lain pada umumnya.
Foto bersama setelah selesai mengaji dengan anggota kkn kelompok 9 yang ikut mendampingi mengajar
Jika didesa lain metode pembelajaran Al-Qur’an akan cendrung untuk mengekuti perkembangan metode terbaru sebagaimana biasa pemahaman mereka bahwa metode terbaru diyakini akan lebih efektif dan mudah dari pada metode yang lama, namun tidak demikian dengan pemahaman masyarakat didesa Tolbuk kecamatan Klampis dimana para wali dari santri beranggapan bahwa dengan metode yang baru justru akan membuat anaknya semakin lama untuk bisa membaca Al-Qur’an mereka beralasan jika metode baru itu diterapkan maka mereka tidak akan bisa menjawab pertanyaan dari anaknya, karena pengetahuan para orang tua mereka dalam mempejari Al-Qur’an adalah dengan menggunakan metode lama sehingga tidak memahami metode baru yang ada.

Disamping itu para guru ngaji mengaku bahwa mereka bukan tidak ingin untuk menerapkan metode baru sebagaimana yang diterapkan didesa lain, tetapi mereka mengaku ada kendala mendasar yang datang dari para wali santri sehingga membuat mereka tetap mempertahankan metode lama walaupun sebenarnya mereka memahami bahwa dengan penggunaan metode baru itu akan sangat efektif dan cepat untuk membuat para santrinya bisa membaca alqur’an.

Demonstrasi Uji Coba Pembuatan Kerajinan

Hasil akhir uji coba pembuatan kerajinan dari kerang
Selama kami berada di Desa Tolbuk, kelompok kami menjumpai banyak kerang di tepi-tepi tambak dimana kerang tersebut banyak yang sudah mati. Itulah salah satu alasan kami ingin mengajak warga masyarakat Desa Tolbuk membuat bersama-sama kerajinan tangan berbentuk miniatur-miniatur dari kerang. Tujuannya adalah agar masyarakat Desa Tolbuk mau dan ingin memanfaatkan limbah berupa kerang-kerang yang sudah mati untuk menghasilkan suatu karya yang dapat menghasilkan uang dalam meningkatkan perekonomian warga masyarakat Desa Tolbuk.

Pada tanggal 22 Juli 2016, kelompok kami melakukan uji coba pembuatan kerajinan tangan dari kerang. Kerajinan yang dibuat dari kerang ini dibentuk menjadi miniatur-miniatur yang bagus. Uji coba ini dilakukan dengan tujuan agar anggota kelompok 9 yang lainnya tahu bagaimana cara membuat kerajinan tangan dari kerang. Jadi, ketika kami kelompok 9 mendemonstrasikan pembuatan kerajinan tangan dari kerang bersama warga, kita semua tahu bagaimana cara membuatnya dan bisa memandu warga secara merata.
Proses pembersihan kerang dengan cairan HCL
Adapun demonstrasi uji coba pembuatan kerajinan tangan dari kerang yang telah kami lakukan ialah berupa boneka. Caranya ialah sebagai berikut:

  1. Mencuci kerang secara keseluruhan terlebih dahulu menggunakan air bersih 
  2. Mencampur cairan HCL ke dalam air, kemudian memasukkan kerang ke dalam larutan HCL untuk membersihkan cangkang kerang agar hasilnya lebih bersih dan mengkilat. 
  3. Setelah kerang dimasukkan ke dalam larutan HCL, kami meniriskan kerang tersebut beberapa menit. 
  4. Setelah kerang ditiriskan, kami menjemur kerang tersebut di bawah terik matahari.
  5. Sambil menunggu kerang yang dijemur kering, kami menyiapkan kardus, kain flanel warna merah dan hitam, gunting, lem, serta alat bantu membuat lingkaran. 
  6. Memotong kardus berbentuk bulat seperti tabung yang dilapisi dengan kain flanel berwarna merah dan hitam di atasnya 
  7. Setelah selesai, kami mengambil kerang yang sudah kering, kemudian menempelkan kerang kecil sebagai hiasan di atasnya kain flanel. 
  8.  Kemudian, kami mengambil kerang besar dan kecil yang akan dibentuk sesuai kreativitas yang sekiranya bagus dan berupa boneka. 
Merangkai kerang menjadi bentuk boneka
Setelah kami melakukan demonstrasi uji coba pembuatan kerajinan tangan berupa miniatur dari kerang, kami semua kelompok akan mengetahui bagaimana cara membuat miniatur dari kerang dan barang bekas lainnya untuk dimanfaatkan.
Dengan adanya pembuatan kerajinan berupa miniatur bersama warga masyarakat Desa Tolbuk, warga Desa Tolbuk akan mampu memanfaatkan barang bekas dan limbah sebagai sebuah karya yang akan menghasilkan uang dan bermanfaat bagi warga Desa Tolbuk.

Wisata Alternatif di Desa Tolbuk

Pemandangan pelangi diatas Masjid Nurul Iman desa Tolbuk
Tolbuk adalah sebuah desa yang terkenal akan keunggulan kualitas sapinya. Ternyata pesona Desa Tolbuk tak hanya sampai di situ, Tolbuk memiliki sejumlah potensi lain yang belum pernah tersentuh campur tangan pemerintah. Ada sebuah wilayah yang sangat potensial untuk dijadikan lokasi wisata. Sebuah wilayah yang dipenuhi dengan ekosistem tanaman bakau (mangrove).
Kelompok kkn 9 saat berkeliling meninjau hutan bakau di desa Tolbuk untuk melihat potensi dikembangkan sebagai tempat wisata
Lokasi ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tolbuk untuk dijadikan daerah pariwisata hutan mangrove seperti seperti yang ada di Jakarta, Bali, dan Surabaya. Di Surabaya, wisata hutan mangrove yang ada di daerah Wonorejo telah menjadi salah satu ikon wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, teman terdekat, bahkan untuk kegiatan pembelajaran lapangan bagi siswa sekolah.

Dari pinggir jalan raya wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan garam
Lokasi wisata tergolong cukup strategis, akses untuk menuju ke sanapun sangat mudah. Di lokasi wisata hutan mangrove Wonorejo juga telah dilengkapi dengan jalan kayu yang terbentang di seluruh penjuru area wisata. Terdapat pula beberapa papan yang berisi informasi seputar flora dan fauna yang ada di lokasi tempat wisata. Jika pengunjung lelah usai berekeliling, pihak pengelola juga menyediakan sentra kuliner khas dan oleh-oleh.

Jika ekosistem mangrove yang ada di Tolbuk dapat dikelola dengan baik seperti yang ada di Surabaya, tentu akan sangat membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Selain membantu perekonomian lokal, juga diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi regional. Selain potensi ekosistem mangrove, Desa Tolbuk ternyata juga memiliki keunikan tersendiri.
Kerang berserakan di seluruh pinggir tambak yang dianggap sebagai hama
Di sekeliling tambak yang ada di sana, terdapat limbah kulit kerang yang beserakan di mana-mana. Entah darimana sebenarnya kulit-kulit kerang itu berasal. Hampir di seluruh permukaan jalan yang ada di tambak, dipenuhi dengan kulit kerang yang beragam bentuknya. Masyarakat seharusnya sadar bahwa limbah kulit kerang ini dapat diolah menjadi beragam barang kerajinan menarik. Seperti boneka dari kulit kerang, lampu hias, bingkai foto dan gantungan kunci.

Di Surabaya, tepatnya di daerah Kenjeran sudah terdapat daerah sektor industri kulit kerang. Di sekeliling jalan, banyak pedagang yang menjual beragam kerajinan yang terbuat dari kulit kerang. Apabila di Desa Tolbuk, dapat menerapkan hal yang sama. Tentu akan berdampak baik bagi perekonomian warga sekitar, dari kulit kerang dapat pula membuka lapangan pekerjaan bagi warga. Warga dapat membuka usaha kerajinan kulit kerang dan mempekerjakan warga sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran. Selain meningkatkan laju ekonomi, pengolahan limbah kulit kerang yang melimpah juga dapat membantu melestarikan lingkungan sekitar. Untuk mengoptimalkan potensi wisata juga bisa dengan menggabungkan kedua potensi tersebut.

Sunset di desa Tolbuk
Di sekitar lokasi wisata hutan mangrove nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengolah limbah kulit kerang dengan mendirikan toko cinderamata di sana. Setelah pengunjung puas menikmati wisata mangrove, pengunjung dapat membeli oleh-oleh dari pemanfaatan limbah kerang. Warga sekitar yang juga mempunyai usaha, baik makanan atau yang lainnya juga bisa berpartisipasi dengan menjualnya di wisata mangrove. Hal ini tidak akan mematikan penghasilan warga yang lain, warga harus pandai dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Jika warga Desa Tolbuk berhasil menerapkan hal ini, tak menutup kemungkinan akan menjadi bahan percontohan bagi Desa lain yang memiliki potensi yang sama maupun memiliki permasalahan yang sama. Jika setiap Desa di Madura memiliki kesadaran yang tinggi terhadap potensi-potensi yang ada di wilayahnya, maka Madura akan mampu menjadi daerah yang lebih maju lagi.

Friday, July 22, 2016

Adu Balap Kelinci Berhadiah Fantastis

Salah satu warga desa Tolbuk sedang melatih kelinci balapnya untuk persiapan karapan
Lomba adu cepat lari hewan peliharaan, kini bukan hanya sapi dan kambing atau yang populer disebut karapan sapi dan kambing. Tapi juga hewan lain yaitu kelinci. Kelinci dikerap layaknya kerapan sapi, namun ada beberapa perbedaan antara kerapan sapi dan kerapan kelinci. Perbedaannya terletak pada ada tidaknya Joki(Pengendara), dimana pada karapan kelinci tidak ada joki saat lomba dilaksanakan.

Tak terkecuali masyarakat desa Tolbuk juga sering mengikuti perlombaan kerapan kelinci yang diadakan dibeberapa daerah di pulau madura, menurut informasi yang diperoleh dari beberapa warga yang menggemari kerapan kelinci tradisi tersebut sudah diminati dan populer dimata masyarakat Tolbuk sejak tahun 2007-2010 lalu. Tapi minat masyarakat sempat mengalami penurunanpada tahun 2011-2013. Namun pada tahun 2014 masyarakat desa Tobuk mulai meminati kembali kerapan kelinci.
Pemilik kelinci ikut mengejar kelinci Balapnya sewaktu latihan sambil menenteng kantong kresek hitam supaya kelinci nisa lari lebih cepat
Ide mengikuti karapan kelinci ini timbul dari para penggemar kelinci didesa Tolbuk, bagaimana agar juga mengikuti perlombaan yang diadakan diluar desa Tolbuk . Sebagaimana kerapan sapi dan kerapan kambing, pihak pelaksana perlombaan juga menyediakan hadiah bagi para pemenang yang berasal dari uang pendaftaran peserta. Besarnya uang pendaftaran bervariasi tergantung pada jenis hadiah yang akan disediakan. Jika hadiahnya memiliki nilai yang rendah maka pendaftarannya juga rendah begitupun sebaliknya. Hadiah yang diberikan cukup beragam mulai dari hewan seperti Kambing, Sapi hingga peralatan rumah tangga dan alat elektronik lainnya seperti Kulkas, Laptop, Sepeda Motor dan Mobil. Menurut warga penggemar kerapan kelinci untuk bisa membuat lari kelinci lebih kencang perlu perawatan secara khusus. Misalnya memberi jamu dan melatihnya di waktu tertentu. Mereka memberi jamu telur ayam kampung setiap satu minggu sekali dengan porsi 1 butir telur untuk dua kelinci serta dicampur dengan sari kunyit dan ramuan lainnya.
Kelinci Balap yang siap berpacu di lintasan
Pada mulanya untuk melatih agar lari kelinci kencang warga harus pergi ke desa lain tetapi setelah kepala desa membuat lapangan kerapan kelincimasyarakat semakin mudah untuk Ngettren(Melatih), bahkan setiap hari warga bergantian untuk melatih kelincinya dilapangan milik kepala desa Tolbuk. Menurut informasi yang kami peroleh dari beberapa warga jumlah penggemar kelinci berjumlah sekitar 33 orang tahun 2007 mengalami penurunan menjadi sekitar 12 orang dan kembali diminati hingga jumlahnya penggemar meningkat yakni pada tahun ini ada lebih dari 25 pengemar mulai dari anak-anak sampai orang tua, mereka tidak hanya memilki satu atau dua kelinci bahkan ada dari salah satu warga yang memili 45 kelinci yang siap untuk diperlombakan dan siap untuk dijual.
Kelinci balap sedang berkumpul bersama untuk istirahat sebelum melanjutkan latihan bersama pemiliknya
Harga kelinci yang biasa berkisar antara Rp.35.000 s.d Rp.60.000 tetapi untuk harga kelinci yang pernah dan sering memenangkan perlombaan, memiliki perbedaan harga yakni berkisar antara Rp.300.000 s.d Rp.15.000.000. Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada harga, tetapi pakannya pun berbeda, untuk kelinci biasa pakannya berupa kangkung dan rumput-rumput yang biasa terdapat di pekarangan rumah. Sedangkan untuk kelinci khusus dikerap pakannya juga khusus yaitu menggunakan Rumput Co’ Manco’an(Rumput Bunga Kamelia).

Dari beberapa warga yang menggemari kerapan kelinci ada dua orang warga yang sering mendapatkan juara satu disetiap perlombaan, salah satunya adalah Pak Muzakkidenganmeraih berbagai hadiah diantara 18 (delapan belas) sepeda motor, kulkas, televisi dan lain sebagainya.

Wednesday, July 20, 2016

Pojok Desa II


Tambak desa Tolbuk sebagai alternatif wisata


Lanscape Tambak garam di desa Tolbuk kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan

Seorang ibu-ibu pulang merumput sedang melintas di pematang sawah
Hamparan padang rumput luas sebagai sumber pakan ternak sapi yang melimpah

Salah satu peternak sapi Tolbuk sedang mencari pakan di ladang

Tuesday, July 19, 2016

Pojok Desa

Panorama disekitar tambak garam Desa Tolbuk
Panorama disekitar tambak garam desa Tolbuk yang berpotensi sebagai tempat wisata

Pemandangan lika-liku sungai yang diapit kehindahan pohon bakau
Warga desa Tolbuk sepulang kerja dari ladang melihat spanduk KKN UTM kelompok 9


Bimbingan Belajar Bersama Siswa SDN Tolbuk

Para siswa tingkat sekolah dasar sedang belajar Bahasa Inggris bersama
Tawa riang para siswa SDN Tolbuk sangat terlihat, menggambarkan semangat belajar yang tinggi. Bimbingan belajar merupakan salah satu kegiatan yang diberikan oleh anggota KKN kelompok 9, untuk siswa SD di desa Tolbuk. Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin, rabu, dan jumat pukul 19.00 s.d 20.30 WIB, yang bertempat di teras musholla kediaman Kades Tolbuk.

Hari pertama diadakannya kegiatan bimbel ini sangat menarik perhatian para siswa. Bahasa inggris merupakan pelajaran pembuka di awal pertemuan kami pada tanggal 18 Juli 2016 karena hari itu SDN Tolbuk belum ada kegiatan belajar mengajar di kelas. Pertemuan pertama kami isi dengan belajar alphabet (huruf), number (angka), dan animal (hewan). Meskipun siswa yang ikut berkisar antara 15 - 17 anak, tetapi tak menyurutkan semangat kami untuk berbagi wawasan dan kebahagiaan bersama mereka.
Sesi perkenalan masing-masing siswa dengan mahasiswa kkn sebelum belajar les bersama
Dengan media yang seadanya seperti spidol dan papan tulis, kami berusaha menciptakan suasana nyaman bagi mereka agar tetap semangat untuk belajar. Beberapa cara kami untuk tetap menarik perhatian mereka adalah dengan bernyanyi, dan memberikan reward kepada mereka yang memiliki kemauan untuk aktif dan untuk melatih daya ingat mereka.

Kegiatan ini tidak sepenuhnya dilakukan oleh anggota KKN kelompok 9 yang memiliki keahlian di bidang pendidikan, akan tetapi kami juga bergabung meskipun bukan mahasiswa jurusan pendidikan. Kami bergantian mengisi kegiatan ini untuk menghindari kejenuhan dalam belajar, yang juga berfungsi untuk saling mengenalkan diri kami terhadap para siswa untuk mengurangi kecanggungan berkomunikasi.
Berdoa bersama sebelum mengakhiri belajar les bersama
Sebelum pulang, kami selalu mengingatkan, dan memotivasi akan pentingnya belajar terutama di usia mereka sebagai generasi emas bangsa Indonesia. Bagi kami, kegiatan ini tidak sekedar berbagi ilmu pengetahuan yang kami miliki, akan tetapi juga mengajarkan bagaimana kita harus bersyukur, ikhlas, dan saling menghargai setiap apapun kondisi kita di dunia ini. Sehingga kami berharap, semoga di hari-hari berikutnya sampai seterusnya, kegiatan ini akan semakin membangkitkan semangat belajar siswa SDN Tolbuk, sehingga bisa mempertahankan serta memperluas wawasan mereka, yang kemudian dapat diaplikasikan dalam dunia mereka baik di sekolah maupun di lingkungan rumahnya.

Uji Coba Demonstrasi Pembuatan Pupuk

Kelompok proker pembuatan pupuk dari limbah kotoran sapi sedang melakukan uji coba sebelum didemonstrasikan di depan warga
Pada tanggal 16 Juli 2016, kami anggota KKN kelompok 9 melakukan demonstrasi pembuatan pupuk. Demonstrasi pembuatan pupuk ini dilaksanakan sebagai latihan kami sebelum diadakannya kegiatan “Penyuluhan Kesehatan Sapi dan Demonstrasi Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi untuk Pupuk”. Demonstrasi pembuatan pupuk ini dilakukan dengan tujuan agar semua anggota mengerti dan memahami secara benar cara pembuatan pupuk yang baik dan benar. Pembuatan pupuk ini dilakukan pada kegiatan “Penyuluhan Kesehatan Sapi dan Demonstrasi Pemanfataan Limbah Kotoran Sapi untuk Pupuk” yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2016.
Kelompok proker pembuatan pupuk dari limbah kotoran sapi sewaktu akan melalukan pengambilan kotoran sapi di kandang sapi milik salah satu warga Tolbuk
Demonstrasi pembuatan pupuk ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mengambil kotoran sapi secukupnya.
  2. Kotoran sapi yang sudah diambil, diayak dulu yang kemudian diletakkan di papan.
  3. Memindahkan kotoran sapi yang ada di papan ke terpal agar lebih mudah dan lebih luas untuk menutupnnya.
  4. Mencampurkan air dengan satu botol EM4 dan dua sendok gula dalam wadah.
  5. Mencampurkan larutan air yang sudah dicampur dengan satu botol EM4             dan dua sendok gula.
  6. Mengaduk kotoran sapi yang sudah dicampur dengan larutan EM4, air, dan gula.
  7. Setelah kotoran sapi teraduk dengan rata, kami langsung menutup kotoran sapi yang sudah tercampur dengan larutan tersebut menggunakan terpal.
  8. Meletakkan pupuk yang sudah ditutup dengan terpal di tempat yang aman sekiranya tidak ada orang yang merusak dan tidak dibongkar, yang kemudian akan dibuka setelah tujuh hari.
Kelompok proker pembuatan pupuk dari limbah kotoran sapi sedang melakukan pecampuran semua bahan-bahan pembuatan pupuk
Pada demonstrasi pembuatan pupuk ini dilakukan oleh sebagian besar anggota. Sebagian besar anggota ikut berpartisipasi dalam memahami dan melakukan demonstrasi pembuatan pupuk. Dengan adanya kegiatan demontrasi pembuatan pupuk ini diharapkan semua anggota KKN kelompok 9 mampu mendemonstrasikan pembuatan pupuk bersama masyarakat dalam kegiatan “Penyuluhan Kesehatan Sapi dan Demonstrasi Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi untuk Pupuk” pada tanggal 23 Juli 2016.

Penyuluhan kesehatan sapi dan demonstrasi pemanfaatan limbah kotoran sapi untuk pupuk ini dilakukan bersama masyarakat dengan mengadakan penyuluhan terlebih dahulu yang kemudian dilakukan demonstrasi pembuatan pupuk bersama warga masyarakat desa Tolbuk.

Kelompok proker pembuatan pupuk dari limbah kotoran sapi mengaduk kotoran sapi dengan semua bahan yang sudah diracik

Monday, July 18, 2016

KAJIAN RUTIN MASYARAKAT DESA TOLBUK

Kegiatan Kajian Rutin Masyarakat desa Tolbuk di Masjid Nurul Kholil 
Untuk kesekian kalinya KKN kelompok 9 Universitas Trunojoyo Madura masih diberi kesempatan untuk bisa berkunjung dan bersilaturrahmi bersama masyarakat desa Tolbuk dalam kegiatan pengajian umum yang dikemas dengan kajian kitab Sullam Safina dan Sullamut Taufiq di masjid Tolbuk pada tanggal 16 juli 2016.

Suasana kajian tersebut sangat sederhana tetapi tidak mengurangi semangat para jama’ah dalam menyimak materi yang disampaikan oleh kiai selaku penceramah dalam kajian. Semangat tersebut ditandai dengan tidak beranjaknya para jama’ah dalam artian tidak meninggalkan tempat pengajian dari awal hingga akhir acara, walaupun tempat duduk yang disediakan berupa lesehan di halaman pelataran Masjid.

Kajian Rutin tersebut bermula dari kepedulian para tokoh terhadap masyarakat Tolbuk untuk memberikan pendidikan agama kepada masyarakat serta mempererat silaturahmi antar warga dan tokoh agama (Kiai dan Ustadz). Sebagaimana informasi yang diperoleh dari keterangan beberapa tokoh dan warga yang sempat kami wawancarai bahwa pelaksanaan Pengajian Umum tersebut dilaksanakan setiap satu bulan sekali dengan ketentuan diadakan pada tanggal muda dan Muballigh yang mengisi acara tersebut selalu berganti pada setiap bulannya. Adapun panitia pelaksana kegiatan kajian rutin desa Tolbuk adalah takmir masjid Nurul Kholil Tolbuk.

Waktu pelaksanaan kajian dimulai selepas shalat isya.’ Untuk kali ini penceramah diisi oleh Kiai Kholik Mahsus selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah 2 Bancaran Bangkalan.Sedangkan tema yang dibahas ialah “Syarat Sah Bacaan Surat Al-Fatihan Dalam Sholat”. Teknis penyampaian kajian disampaikan dengan bahasa Madura secara rinci beserta pemaparan contoh dasar. Sehingga masyarakat awampun bisa dengan mudah menangkap Penjelasan dari Kiai. Durasi kajian adalah satu jam, begitu selesai kajian kitab Sullam Safina dan Sullamut Taufiq Kiai Kholik Mahsus langsung menyambung kisah perjuangan Rasulullah Saw dalam memperjuangkan agama Islam dengan dua peperangan besar yaitu perang Badar dan perang Uhud. Dari kisah yang disampaikan bertujuan untuk mengingatkan para jama’ah agar tetap memiliki semangat juang yang tinggi dalam menjalankan ibadah sebagaimana Rosulullah memperjuangkan agama Islam lewat dua perang besarnya.

Usai pengajian masyarakat merasa bertambah pengalaman dan pengetahuan keaagamaan sesuai syariat Islam. Tidak lupa sebelum bubar pulang ke rumah masing-masing semua warga sungkem pada Kiai untuk mencari berkah dan ilmunya bermanfaat.

Dengan Dua Ribu Rupiah Di Desa Tolbuk Dapat Satu Porsi Nasi

Pengalaman KKN Kelompok 9 Berinteraksi dengan warga
Salah satu penjual nasi murah di desa Tolbuk sedang melayani pembeli
Secara Adiminstrasi Desa Tolbuk terletak di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan Madura. Suasananya di awal masuk akan terasa tenteram, damai, nyaman dan khas lingkungan suasana kehidupan masyarakat pedesaan Madura. Para warganya terbilang ramah pada tamu atau orang baru. Hal ini jauh dari stigma terhadap orang Madura yang dikatakan keras, anarki, tidak mau mengalah, dsb. Ini bisa di lihat dari keakraban antara mahasiswa kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata Universitas Trunojoyo Madura (KKN UTM) dan warga. Meski belum genap seminggu anggota kelompok kkn 9 sudah banyak menjalin interaksi serta komunikasi dengan para warga. Kadang kala komunikasi untuk mahasiswa dari luar Madura tidak berjalan lancar atau mahasiswa dari Jawa kebingungan menerima pertanyaan atau jawaban memakai bahasa Madura. Maklum karena di desa Tolbuk warga yang berusia 40-an tahun minim menguasai bahasa Indonesia.

Selama perjalanan berkeliling desa untuk beradaptasi dengan warga ada salah satu anggota KKN yang mampir ke warung kelontong. Kebetulan pemilik warung di lapaknya yang sederhana berjualan nasi. Harga nasi yang dijual di desa Tolbuk sangat murah meriah dibanding harga satu porsi nasi di daerah Bangkalan lain misal daerah desa Telang Kecamatan Kamal atau sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura.

Perbandinganya di Tolbuk satu porsi nasi dengan lauk peyek, tahu, tempe dan mihun dijual Rp2000,00. Sementara rata-rata harga satu porsi nasi termurah di daerah Bangkalan kota atau sekitar UTM dijual dengan harga Rp7000,00. Begitu tahu informasi ini sebagian besar anggota kkn tidak percaya.

Ketidakpercayaan di awal ini didasari oleh pengetahuan data Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bangkalan tertinggi se-Madura dengan nominal Rp1.414.000,00 di tahun 2016 ini. Sedangkan bila ditinjau dari kondisi perekonomian masyarakat, murahnya harga bukan karena daya beli masyarakat rendah, atau ekonomi masyarakat banyak di bawah garis kemiskinan. Faktanya daya beli masyarakat tinggi, perumahan warga mayoritas sudah permanen. Ini tidak lain dilatarbelakangi oleh profesi masyarakat yang sebagian anggota keluarganya merantau kerja di luar negeri dan beternakan sapi.

Untuk tidak ada salahnya bila tengah melewati jalan raya sisi Pantai Utara (Pantura) Madura mampir mencicipi gurihnya makanan lokal dengan harga suoer murah. Mencicipi nasi Tolbuk dijamin menjanjikan pengalaman tersendiri bagi pencinta kuliner rakyat berharga murah seperti nasi kucing khas Jogja.

Mencari dimana lokasi warung tersebut tidak susah. Rutenya ketika sudah sampai jembatan kecamatan Arosbaya (arah dari Surabaya) kurang lebih 500 meter terdapat persimpangan jalan kecil dekat toko bangunan sisi kiri jalan. Ikuti terus jalan tersebut sampai menemukan warung dipinggir jalan dengan lapak sederhana dari bambu. Kalau masih takut tersesat juga dipersilahkan bertanya pada warga arah menuju desa Tolbuk. Jadi, Ayo segera berkunjung ke desa Tolbuk dan cicipi kuliner rakyat dengan harga super murah.

Sunday, July 17, 2016

Diskusi Bersama Warga

Para aparatur desa dan tokoh masyarakat memberikan masukan, usulan, dan permintaan kerjasama dengan kelompok kkn 9 secara santai memakai bahasa Madura.
Tepat pada tanggal 15 Juli 2016, KKN kelompok 9 mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di kediaman Bapak Kepala Desa Tolbuk, Samsul Arifin. Kegiatan FGD ini dilakukan bersama para aparatur desa Tolbuk dengan tujuan untuk mempererat silaturrahmi sekaligus perkenalan antara peserta KKN kelompok 9 dengan para aparatur desa.

Kegiatan FGD ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban antara anggota KKN kelompok 9 dengan warga desa Tolbuk. Pada kegiatan FGD, diawali dengan pengenalan aparatur desa dan semua anggota kelompok KKN. Selanjutnya, koordinator desa dan anggota kelompok KKN memaparkan program kerja yang telah dibuat. Penyampaian pemaparan program kerja disampaikan dengan menggunakan bahasa Madura dengan maksud untuk menambah keakraban dan dikarenakan warga yang datang didominasi dengan warga desa yang lebih fasih menggunakan bahasa Madura.

 
Suasana diawal pembukaan FGD yang bertempat di rumah Bapak Kepala Desa Tolbuk Samsul Arifin
Selama Kegiatan FGD ini berjalan lancar dalam suasana kekeluargaan. selain untuk menambah keakraban dengan warga desa Tolbuk, kegiatan ini juga menekankan pada sharing and hearing untuk menyepakati program kerja yang akan dilaksanakan. Program kerja yang disampaikan meliputi kegiatan penyuluhan pakan dan kesehatan sapi, pemasaran sapi online, pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk, penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, kegiatan KRPL (Kelompok Rumah Pangan Lestari), kegiatan pengajaran di sekolah, kegiatan bimbingan belajar, kegiatan mengaji bersama, pemanfaatan bambu dengan membuat miniatur kapal laut, dan closing ceremony.

Setelah salah satu perwakilan kelompok memaparkan beberapa program kerja, kemudian para aparatur desa yang hadir memberikan saran tentang beberapa program kerja. Saran yang diberikan aparatur desa salah satunya ditujukan pada kegiatan penyuluhan tentang pemeliharaan sapi yang baik dan pemanfaatan kotoran sapi. Menurut apartur desa, sebaiknya kegiatan penyuuhan pemeliharaan sapi dan pemanfaatan kotoran sapi dilaksanakan pada waktu yang bersamaan sehingga dua program tersebut diubah menjadi penyuluhan kesehatan sapi dan demonstrasi pemanfaatan limbah kotoran sapi untuk pupuk. Saran yang diberikan aparatur desa bukan tanpa alasan, mereka memberikan saran karena kedua program kerja tersebut saling berkesinambungan. aparatur desa juga mengungkapkan warga desa mempunyai kesibukan masing-masing setiap harinya sehingga kegiatan tersebut digabung saja.
Salah satu sesi diskusi secara informal untuk memantapkan kerja sama dan sistem pelaksanaan program kerja bersama aparatur desa dan tokoh masyarakat

Aparatur desa juga memberikan saran mengenai lomba-lomba yang akan diadakan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia dengan tujuh lomba, yaitu bulu tangkis, nyo’on geddeng, tarik tambang, kelereng, makan kerupuk, berhias tanpa kaca, dan balap karung.

Salah satu tokoh masyarakat yang berkecimpung di dunia pendidikan Mussawir menyarankan anggota KKN melakukan pengajaran di dua sekolah yaitu SD dan MI karena di desa Tolbuk terdapat dua lembaga pendidikan dengan jenjang pendidikan dasar. Di desa Tolbuk terdapat salah satu tokoh masyarakat yang aktif dalam suatu lembaga pertanian dan petrnakan, sehingga tokoh masyarakat tersebut menawarkan untuk membantu mencarikan pemateri dalam pelaksanaan program kerja penyuluhan pakan dan kesehatan sapi.

Pemateri yang disarankan merupakan orang yang ahli dalam peternakan sapi (mantri sapi) di kecamatan Klampis. Selanjutnya, program kerja pemanfaatan bambu menjadi miniatur kapal laut juga sangat di dukung oleh aparatur desa, kemudian anggota kelompok KKN juga merekomendasikan pemanfaatan kerang untuk menjadi suatu kerajinan.

Anggota kkn sedang berdiskusi masalah Proker dalam kelompok kecil
Berdasarkan dari beberapa saran yang diberikan oleh aparutur desa, kegiatan FGD berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan kegiatan. Selanjutnya kegiatan FGD dilanjutkan dengan perbincangan yang lebih intens dengan seluruh tokoh masyaerakat yang hadir dan menciptakan umpan balik yang baik antara anggota KKN dan tokoh masyarakat.


Profil Anggota Kuliah Kerja Nyata Universitas Trunojoyo Madura 2016 kelompok 9 Desa Tolbuk Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan


Setiap kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016 berasal dari berbagai lintas ilmu (jurusan). Seperti yang sudah ditetapkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (LPPM UTM) Kelompok 9 keseluruhan berjumlah 20 orang. Dari jumlah tersebut bila diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin ada 14 perempuan dan 6 laki-laki. Inilah selayang pandang profil mereka semua 


Nama    : Iskak
Asal      : Trenggalek
Jurusan  : Ilmu Komunikasi

Seringkali saya mendapat nasehat jika tempat menimba ilmu atau belajar itu tidak hanya disekolah. Kita bisa belajar dari sesama manusia, buku-buku, dan, alam. Berangkat dari sanalah akhirnya timbul semacam kepercayaan bahwa sepanjang berkah kehidupan ini tugas kita adalah belajar. Belajar untuk menalar menjadi manusia yang lebih baik memenuhi kodrat dari Tuhan. Ibadah. 


Nama    : Chusnul Arifah 
Asal      : Mojokerto 
Jurusan : Agroteknologi 

Beberapa orang mengatakan bahwa bahasa adalah ibu dari ilmu, tanpa bahasa maka segala apapun ilmu tak dapat tersampaikan. Tetapi sebenarnya ibu dari ilmu itu sendiri adalah pengalaman, dari pengalaman kita dapat mempelajari segala bidang ilmu. Untuk menjadi seorang berilmu tak harus berawal dari sekolah, banyak orang hebat diluar sana yang hanya bermodal ilmu ala kadarnya tetapi dapat sukses karena berpengalaman. Pengalaman baik memberikan kesan dan kebahagiaan, pengalaman buruk mengajarkan kita apa arti kehidupan, apapun jenis pengalaman itu memberikan kita ilmu baru untuk dimengerti. 

Nama   : Hengki Sugianto 
Asal     : Sumenep 
Jurusan : Manajement 

Bagi sebagian orang mungkin aturan akan mengikat ruang gerak mereka, namun tidak dengan saya. Bagi saya aturan merupakan sebuah tangtangan yang harus saya hadapi dan saya nikmati. Dimana hal tersebut membuat saya untuk berfikir lebih jeli dan bertindak lebih teratur lagi. 




Nama    : Dewi Anggraini 
Asal      : Surabaya 
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Bagi saya pendidikan ibarat sebuah samudera. Banyak orang ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, tetapi kebanyakan dari mereka enggan untuk menyelaminya dikarenakan berbagai alasan, salah satunya adalah rasa takut. Rasa takut adalah musuh yang sempurna untuk membatasi mimpi-mimpi manusia. Cara terjitu agar rasa takut hilang adalah dengan yakin dan berdoa. 



Nama    : Siska Novianti 
Asal     : Tuban 
Jurusan : Manajemen 

Ketika usia masih muda pergunakan waktu dengan sebaik mungkin. Saya selalu berprinsip jika ingin sukses maka keluarlah dari zona aman saat ini, mencari pengalaman sebanyak mungkin. Saya tidak suka berdiam diri ditempat yang sama maka dari itu saya suka dengan hal yang baru. Olahraga wajib bagi saya karena olahraga penting untuk hobi saya tersebut. 


Nama    : Idfiandini Darayani 
Asal      : Surabaya 
Jurusan : Ilmu Komunikasi 

Dalam kehidupan ini saya berpendapat bahwa, belajar dalam hal apapun. Mencoba dan selalu salah dalam mengerjakan hal apapun adalah suatu kewajaran. Kesalahan-kesalahan yang dibuat nantinya saya percaya akan mendapat hasil yang memuaskan. Mencoba hal baru adalah sesuatu kegemaran saya. Dan juga dalam hal ilmu saya sangat suka belajar dalam keadaan di alam bebas. Karena ketika didalam ruangan saya merasa lebih cepat lelah mengantuk. Dan saya selalu mengejar berbagai pengalaman selama saya masih muda. Berbagai hal masih saya ingin raih. 




Nama    : Izzatun Nihayah 
Asal      : Lamongan 
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar 

Saya sangat gemar membaca dan menyanyi. Saya selalu ingin tahu terhadap sesuatu yang baru dan menarik bagi saya. Seringkali saya mendapat nasehat dari orang tua bahwa menuntut ilmu itu penting terutama membaca. Membaca merupakan salah satu cara menambah wawasan yang belum kita ketahui. Membaca tidak hanya pada buku-buku pelajaran, melainkan bisa novel, cerpen, dan sebagainya yang mampu menambah wawasan dan menghibur. Sedangkan untuk menyanyi saya suka menyanyi untuk menghibur diri sendiri agar tidak bosan dan menghibur ketika saya memiliki masalah baik ringan maupun berat. Oleh karena itu membaca dan menyanyi adalah kegemaranku. 

Nama    : Apriliany Sugiarti 
Asal      : Pamekasan 
Jurusan : Teknologi Industri Pertanian 

Terkadang orang-orang menganggap saya sedikit cuek. Cuek memang penting bagi saya terutama pada orang yang baru saya kenal. Karena cuek bisa membuat saya membentengi diri dari orang-orang yang menganggap saya remeh. Akan tetapi, sifat cuek saya tidak berlaku bagi orang-orang yang sudah mengenal lama. Saya cenderung asyik bagi orang-orang yang mengenal saya secara internal. Saya juga cuek ke orang-orang tertentu yaitu orang-orang yang terlalu alay dan juga orang cuek. Seperti halnya timbal balik. Orang baik ke saya maka saya akan jauh lebih baik ke orang lain. saya akan cenderung membiarkan orang lain menganggap seperti apapun saya dan bagaimanapun saya hingga mereka bisa mengenal diri saya secara internal. Hingga orang lain menghapus kata cuek yang mereka tujukan kepada saya setelah mengenal lebih jauh. Karena cuek bagi saya ada pilihan dan juga kebutuhan. 


Nama    : Ahdiyatul Azkyyah 
Asal     : Blega, Bangkalan 
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar 

Berbagai macam nasehat yang selalu saya terima bahwasanya pendidikan adalah atap yang menaungi manusia dari badai kebodohan, dinding yang melindungi dari kehancuran, dan tanah untuk berpijak yang menjadikanya tetap berdiri selamanya. Maka, belajarlah dimanapun kita berada karena pengetahuan yang sesungguhnya ada disetiap hembusan nafas. 


Nama    : Rivkah Muflihah 
Asal      : Kep. Sapudi Sumenep 
Jurusan : Pendidikan dan Bahasa Sastra Indonesia 

Sepanjang saya menimba ilmu, saya mendapat ilmu yang bermanfaat dan nasehat dari para guru. Hobi saya membaca buku, mendengarkan musik dan jalan-jalan. Berani bertanggung jawab dan berusaha menjadi karakter diri. Hargai seseorang jika kamu ingin dihargai. 



Nama    : Maltufah 
Asal      : Sumenep 
Jurusan : Sosiologi 

Bagi beberapa orang yang baru mengenal saya mungkin akan menilai bahwa saya adalah sosok pendiam yang selalu serius sehingga tidak jarang saya mendengar sebuah komentar bahwasannya saya tidak cocok dengan jurusan yang saya ambil yaitu sosiologi. Namun, begitulah karakter hidup saya yang tidak mau hidup menjadi orang lain. Dengan kepribadian saya tersebut bukan berarti saya tidak mempunyai kepedulian terhadap orang lain, kebersamaan selalu lebih saya utamakan. 



Nama    : Moh. Sa’odi 
Asal      : Waru Pamekasan 
Jurusan : Ekonomi Syari’ah 

Jika diri ini masih merasa malas disetiap akan melaksanakan kebaikan maka diri ini pula tidak akan dengan sengaja melakukan kemaksiatan (keburukan). Banyak orang bilang bahwa saya itu pendiam dan tertutup bagi semua orang sehingga mereka merasa sungkan untuk terbuka juga saya. Padahal dibalik diam dan rasa tertutup saya itu bukan untuk menjauh atau tidak ingin bergaul dengan mereka. Tetapi itulah diri saya yang memiliki kemampuan berbeda dalam hal bergaul dengan orang lain. Dan semoga kemampuan yang kurang sempurna ini akan selalu ada yang siap menyempurnakannya. 



Nama    : Rusdi Agung 
Asal      : Pamekasan 
Jurusan : Agribisnis 

Entah harus dari mana saya memulainya. Di kehidupan ini saya hanya melihat air mata yang mengalir yang dari orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita. Dari itu aku tidak bisa diam ditempat, berjalan menggapai mimpi untuk merubah kehidupan yang penuh air mata. Dari pada orang lain menahan kesakitan lebih baik diriku yang sakit. Karena sesungguhnya hidupku untuk mereka bukan siapa-siapa. Ketika aku melihat orang lain susah maka akupun merasakan kesusahan itu. Gapailah mimpimu jangan hentikan langkah itu, demi aku dia mereka yang menanti kehidupan baru dengan senyumanmu. 



Nama    : Risky Amalia 
Asal      : Sumenep 
Jurusan : Pendidikan Guru Anak Usia Dini 

Saya merupakan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dengan jurusan PG PAUD berasal dari Sumnenep. dari jurusan tersebut, saya berharap dapat membanggakan dan membahagiakan orang tua dan orang-orang sekitar saya, karena jurusan ini merupakan jurusan yang direkomendasiikan oleh ibu saya. Dengan sifat dan karakter saya yang dirasa ceria dan semangat ini diharapkan saya dapat menjadi pendidik yang sesuai dengan kebutuhan anak/siswa. setelah masuk dalam jurusan PG PAUD ini, banyak pengalaman yangsaya dapatkan dan dulunya saya tidak terlalu suka dengan anak-anak, akhirnya saat ini saya sangat menyukai dunia ana-anak. Saat ini saya menyadari dan bangga ada di dalam jurusan PG PAUD karena ilmu yang di dapatkan tidak hanya untuk orang lain, namun juga untuk kebrlangsungan hidup berumah tangga yang akan datang. 


Nama    : Sandy Alam Pratama 
Asal      : Jombang 
Jurusan : Ekonomi Syari’ah 

Singkat deskripsi mengenai saya kehidupan saya dilatih untuk bekerja keras terutama segi pendidikan. Karena di kehidupan sangat dibutuhkan pendidikan baik itu akademik maupun itu non akademik. Kemudian saya diajarkan untuk menuntut ilmu pendidikan sesuai apa yang saya mampu. Untuk mengisi kehidupan yang baik menurut versi saya jangan menggerutu, mengeluh, atau pesimis. 



Nama    : Nuor Ainiy Hidayati 
Asal      : Sampang 
Jurusan : Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam 

Setiap kejadian yang ada didunia ini bukan karena suatu kebetulan, semua sudah digariskan meskipun seperti daun yang gugur dari dahan. Namun, berusaha untuk terus berbuat baik adalah hal yang pasti yang harus dilakukan di hidupmu. Meski kamu tidak tahu akhirnya gagal atau berhasil. Setidaknya kamu punya sugesti positif terhadap dirimu. Percaya saja, katakana saja, lakukan saja. ”yes, I can”. 



Nama   : Nanik Dwi Jayanti 
Asal     : Sumenep 
Jurusan : Ilmu Komunikasi 

Sebenarnya hidup itu sederhana tetapi kita sendiri yang bikin hidup itu menjadi rumit, banyaknya pilihan, pendapat, yang menjadi pertimbangan. Kuncinya hanya satu yakin dan percaya terhadap pilihan hidup yang kita pilih, jangan bergantungkan pada manusuia tapi bergantunglah pada sang pencipta yaitu Allah swt karena sekeras apapun pekerjaan yang kita pilih, bila tidak melibatkan Allah atau sang pencipta did a;lamnya maka sia – sialah pekerjaan yang kita lakukan. 


Nama    : Salma 
Asal      : Sampang 
Jurusan : Akuntansi 

Hidup bagaikan panggung sandiwara setiap satu kehidupan memiliki peran yang berbeda. peran yang berbeda ini terkadang menimbulkan konflik dimana konflik tersebut merupakan bagian dari alur cerita hidup. 





Nama    : Muhammad Hanafi 
Asal      : Gresik 
Jurusan : Hukum Bisnis Syari’ah 

Hidup adalah perjuangan, kita maju mau sukses haruslah belajar, harus bekerja tentunya harus tetap semangat. Dan tak lupa selalu berdoa. Allahuakbar...





Nama    : Zuhrohtun Nashukhah 
Asal      : Lamongan 
Jurusan : Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam

Motto hidup saya adalah “I CAN” yang artinya saya bisa. Seorang mempunyai keinginan dalam kehidupannya, meski kita bukanlah orang yang ahli tetapi jika kita mau berusaha seperti hukum alam ada aksi ada reaksi, gak ada yang mustahil di dunia ini jika kita percaya kita bisa, kita pasti bisa dan sanggup melakukannya. Percaya pada diri kalian, gak ada yang gak mungkin, yakinlah pada diri sendiri agar kamu bisa meraih mimpi. So banyak belajar yah.............!!!!  Jadikanlah Motivasi diri sebagai bahan bakar, percaya diri sebagai gas penggerak dan tahu diri sebagai rem kendali.